Trouble Shooting


NAMA  : Hanif fayad zabihullah

NPM     : 19312122

KELAS : IF 19 E

LINK    : teknokrat.ac.id

Pada era sekarang ini semakin banyak orang menggunakan komputer mereka untuk banyak kegunaan dari komunikasi, perbankan online dan investasi untuk berbelanja. Ketika kita melakukan hal-hal ini secara sering, maka kita membuka diri atau berpotensi bagi penyerang baik hacker dan cracker. Berikut adalah beberapa langkah mudah yang dapat diambil untuk membuat komputer Anda lebih aman.

  1. Selalu membuat backup/cadangan informasi penting dan simpan di tempat yang aman terpisah dari komputer Anda seperti pada Flashdisk, hardisk eksternal atau DVD.
  2. Mengupdate dan menambal sistem operasi Anda, web browser dan perangkat lunak. Jika Anda memiliki sistem operasi Windows, mulailah dengan pergi ke situs http://www.windowsupdate.microsoft.com dan menjalankan wizard update. Program ini akan membantu Anda menemukan patch terbaru untuk komputer Windows Anda. Juga pergi ke http://www.officeupdate.microsoft.com untuk mencari patch yang mungkin untuk program Office Anda. (untuk windows yang original)
  3. Instal firewall. Tanpa firewall yang bagus, virus, worm, Trojans, malware dan adware semua dapat dengan mudah mengakses komputer Anda dari Internet.
  4. Periksa browser Anda dan setting email untuk keamanan optimal. Mengapa ini diperlukan? karena Active-X dan JavaScript sering digunakan oleh hacker untuk menanam program jahat ke komputer Anda. Sementara cookie relatif tidak berbahaya dalam hal masalah keamanan.
  5. Instal perangkat lunak antivirus dan set untuk update otomatis sehingga Anda menerima versi terbaru sehingga aman dari virus-virus yang baru.
  6. Jangan buka lampiran email tidak dikenal. Karena biasanya email tersebut mengandung virus ataupun spam.
  7. Jangan menjalankan program dari tidak diketahui asal. Karena bisa jadi program tersebut mungkin berisi Trojans yang dapat menginfeksi komputer.
  8. Nonaktifkan ekstensi nama file tersembunyi. Secara default, sistem operasi Windows diatur untuk “menyembunyikan file ekstensi untuk jenis file yang dikenal”. Disable pilihan ini sehingga menampilkan ekstensi file pada Windows. Beberapa ekstensi file akan, secara default, terus tetap tersembunyi, tetapi Anda lebih mungkin untuk melihat ekstensi file biasa yang tidak termasuk. Karena dari sini kita bisa mengenali apakah itu virus atau bukan. Sebagai contoh jika sebuah dokumen word mempunyai ekstensi .doc/.docx disitu menampilkan ekstensi .exe maka jelas itu adalah virus yang sudah menginfeksi file word tersebut.
  9. Matikan komputer Anda dan memutuskan sambungan dari jaringan internet bila tidak menggunakan komputer. Seorang hacker tidak dapat menyerang komputer Anda pada saat Anda terputus dari jaringan internet atau komputer dimatikan.
  10. Usahakan untuk tidak menginstal aplikasi bajakan karena bisa jadi di dalamnya terdapat trojans yang bisa menyerang komputer Anda.
  11. Memasang aplikasi deepfreeze juga dapat mengamankan OS dari komputer Anda karena aplikasi ini mengunci partisi Anda sehingga virus tidak bisa masuk, jika masuk maka Anda hanya perlu me-restart komputer maka virus akan hilang                                1) 
  12. Pilihlah sistem operasi (operating system) berdasarkan keamanan dan kelemahannya. Sebagai contoh, Linux tidak memiliki virus aktif dan rancangan OpenBSD difokuskan pada keamanan komputer. Sebaiknya Anda mengetahui apakah sistem operasi yang diinginkan mendapatkan pemutakhiran (update) secara teratur atau tidak. Selain itu, sebaiknya Anda mencari tahu apakah sistem operasi bisa memperketat akses akun pengguna (user account) dan berkas yang tersimpan pada komputer. Pastikan Anda memutakhirkan sistem operasi dengan pemutakhiran keamanan (security update). Selain itu, jangan lupa memutakhirkan perangkat lunak (software) yang terpasang pada komputer.
  13. Gambar berjudul Secure Your PC Step 2
    2
    Pilihlah peramban (browser) internet berdasarkan keamanan dan kelemahannya karena hampir seluruh malware menginfeksi komputer melalui peramban. Jangan lupa untuk menonaktifkan skrip. Anda bisa menggunakan perangkat lunak NoScript, Privoxy, dan Proxomitron untuk menonaktifkan skrip. Ketahui peramban yang direkomendasi oleh analis sistem komputer yang independen (seperti US-CERT) dan cracker (peretas). Google Chrome[1] adalah peramban yang lebih aman dan memiliki fitur sandbox (mekanisme keamanan yang membatasi sistem aplikasi-aplikasi tertentu).[2] Dengan demikian, sistem peramban tersebut sulit diretas dan diinfeksi oleh virus dan malware.
  14. Gambar berjudul Secure Your PC Step 3
    3
    Pilihlah kata sandi yang aman untuk akun pengguna, akun perute (router), dan lain-lain. Peretas mungkin menggunakan dictionary attack (teknik meretas yang menggunakan kata-kata kamus untuk menebak kata sandi) dan brute force attack (menebak kata sandi dengan memasukkan banyak kata sandi atau passphrase).
  15. Gambar berjudul Secure Your PC Step 4
    4
    Unduh perangkat lunak dari situs web yang tepercaya. Apabila ingin mengunduh (download) perangkat lunak (termasuk antivirus), sebaiknya Anda mengunduhnya dari situs web yang tepercaya (seperti softpedia, download, snapfiles, tucows, fileplanet, betanews, dan sourceforge) atau software repository (sekumpulan perangkat lunak Linux yang tersimpan pada server) jika menggunakan Linux.
  16. Gambar berjudul Secure Your PC Step 5
    5
    Pasanglah antivirus yang bermutu, terutama jika Anda menggunakan jaringan peer-to-peer atau P2P. Antivirus dirancang untuk melindungi komputer dari serangan malware yang modern, termasuk di antaranya adalah virus, trojankeyloggerrootkit, dan worm. Ketahui apakah antivirus yang terpasang pada komputer menawarkan fitur pemindaian waktu-nyata (real-time scanning), on-access scanning (pemindaian virus yang dijalankan secara otomatis ketika pengguna membuka berkas), atau on-demand scanning (pemindaian virus yang dapat dijalankan baik secara manual mau pun otomatis). Selain itu, pastikan apakah antivirus menerapkan metode heuristic (metode pemindaian yang digunakan untuk mendeteksi virus yang belum pernah ditemukan) atau tidak. Avast[3] dan AVG[4] menawarkan antivirus gratis yang bermutu. Pilih dan unduh salah satu antivirus tersebut. Setelah itu, pasang antivirus dan pindai komputer Anda secara teratur. Pastikan Anda memutakhirkan antivirus secara teratur.
  17. Gambar berjudul Secure Your PC Step 6
    6
    Unduh dan pasang perangkat lunak yang bisa mencegah serangan spyware, seperti Spybot Search and Destroy, HijackThis[5] , atau Ad-aware[6] . Gunakan perangkat lunak tersebut untuk memindai komputer secara teratur. Apabila Anda senang berseluncur di internet, penting bagi Anda untuk memasang program antispyware dan antimalware yang berkualitas baik, seperti Spybot. Banyak situs web mengeksploitasi kelemahan dan celah sistem keamanan Microsoft Explorer dan memasukkan kode berbahaya ke dalam sistem komputer tanpa sepengahuan Anda. Apabila komputer terkena malware, Anda akan mengalami kesulitan untuk memulihkannya.
  18. Gambar berjudul Secure Your PC Step 7
    7
    Unduh dan pasang firewall. Anda dapat memasang perangkat lunak ZoneAlarm[7] atau Comodo Firewall untuk mengamankan komputer.[8] Kerio, WinRoute, atau Linux dilengkapi program "iptables". Apabila Anda menggunakan perute, program "iptables" berfungsi sebagai firewall yang melindungi perute dan juga komputer. Dengan demikian, program tersebut menambahkan lapisan keamanan tambahan pada komputer.
  19. Gambar berjudul Secure Your PC Step 8
    8
    Tutuplah seluruh porta. Peretas memindai porta (port) untuk meretas komputer. Ubuntu Linux menutup seluruh porta sebagai pilihan baku.
  20. Gambar berjudul Secure Your PC Step 9
    9
    Lakukan pengujian penetrasi. Ujilah jaringan komputer dengan melakukan ping. Setelah itu, pindailah jaringan komputer menggunakan program Nmap. Anda juga dapat menggunakan situs web Backtrack Linux untuk menguji keamanan jaringan komputer.
  21. Gambar berjudul Secure Your PC Step 10
    10
    Pertimbangkan untuk menjalankan program host-based intrusion detection system (HIDS), seperti OSSEC, Tripwire atau The Rootkit Hunter.
  22. Gambar berjudul Secure Your PC Step 11
    11
    Jangan lupa mengamankan perangkat keras Anda. Pertimbangkan untuk menggunakan perangkat keras yang dapat mengamankan komputer, seperti Kensington Security Lock. Hal ini dilakukan untuk mencegah pencurian atau penggunaan komputer tanpa sepengetahuan Anda. Selain itu, jangan lupa membuat kata sandi untuk BIOS dan mencegah orang lain mengakses komputer atau peranti komputer, seperti diska lepas USB (USB drive), kandar CD (CD drive), dan lain-lain. Jangan menyimpan data penting di dalam cakram keras (hard drive) eksternal atau diska lepas USB karena kedua perangkat keras tersebut mudah hilang atau dicuri.
    • Mengenkripsi data dapat menjadi cara efektif untuk melindungi data dari pencurian. Lakukan enkripsi pada seluruh akun pengguna komputer, alih-alih hanya beberapa berkas saja. Hal ini dapat mengurangi performa komputer, tetapi sepadan dengan keamanan yang diperoleh. Program Truecrypt dapat dipasang pada sistem operasi Windows, OS X, dan Linux. Selain itu, perangkat lunak FreeOTFE dapat dipasang pada sistem operasi Windows dan Linux. Apabila Anda ingin mengenkripsi data pada sistem operasi OS X (versi 10,3 atau versi yang lebih baru), bukalah menu System Preferences Security dan klik opsi FileVault. Hal ini dapat memakan waktu beberapa menit hingga beberapa jam. Apabila ingin mengenkripsi data pada sistem operasi Linux Ubuntu (versi 9,04 atau versi yang lebih baru), Anda harus menyetel terlebih dahulu pengaturan sistem Linux pada proses instalasi Linux. Ketika sudah memasuki tahap "Step 5 of 6", pilih opsi "Require my password to login and decrypt my home folder". Hal ini memperbolehkan sistem Linux menggunakan "ecryptfs".

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini